Jika Salah Pijat Bayi

gerhana22 hari yang lalu, teman dikunjungi umahat yang dikenalnya waktu anak mereka sama2 opname di RS. Melihat  ummahat tidak membawa putra pertamanya yang baru usia 6 bulan (hampir seumur Raihanku 😦 ), bertanyalah teman ana “Lho, mana si kecil ukh?” ummahat tersebut dengan lirih tapi tegar menjawab ” Sudah di surga….” ”  Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, kapan meninggalnya?” “baru minggu yang lalu”. Sedih ana mendengar ini, kronologis ceritanya yang membuat ana miris, haru dan juga menyayangkan.

Ceritanya… putri teman ana ini (2tahun) kurang lebih 3 bulan lalu  qodarulloh harus opname di RS atas indikasi tipoid dan diare. Di bangsal anak RS dia bertemu ummahat ini, putranya 6 bulan juga opname di ruang yang sama dengan keluhan awal sudah beberapa hari anaknya tidak BAB, perut kembung, tidak bisa kentut dan rewel sekali. Dokterpun melakukan cek lengkap termasuk foto bagian dalam perut, ternyata oh ternyata…. ada bagian usus si kecil yang melintir, mbulet parahnya sebagian sudah mengalami pembusukan. Barulah ummahat ini mengisahkan bahwa sebelumnya si kecil habis dipijat oleh dukun bayi dan diurut perutnya, setelah itu munculah gejala2 diatas. Tanpa memperpanjang waktu, dokter memerintahkan operasi pemotongan usus ini. Sungguh malang bayi mungil ini, waktu ana jenguk teman ana di RS sempat terlihat bayi kecil ini amat rewel, mungkin dia merasakan nyerinya luka bekas sayatan pisau bedah diperutnya. Belum lagi beberapa selang yang malang melintang di tubuhnya… ada juga yang masuk menembus dinding perut sebagai saluran sementara keluarnya tinja. Ya Robby….. betapa berat penderitaanmu nak…. saat putri teman ana diizinkan pulang, bayi kecil ini masih juga menjalani perawatan di RS. Saat ummahat ini berkunjung ke rumah teman ana, dia mengisahkan bahwa setelah operasi dulu itu masih diikuti 3 kali operasi lanjutan untuk penyambungan usus yang dipotong dengan selang, ternyata kemudian terjadi infeksi dan kembali di operasi, sempat membaik dan dibawa pulang, namun baru sepekan mendadak kondisi si kecil drop dan dilarikan ke RS , kata dokter terjadi pembusukan akibat infeksi dan telah meluas, upaya pertolongan tidak berhasil hingga akhirnya bayi kecil ini menghembuskan nafas terakhir di usianya yang baru genap setengah taun. Semoga, Alloh menggantikannya dengan yang lebih baik…

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran berharga, bahwa secara umum bayi adalah individu yang amat lemah, segala sesuatu padanya masih belum sempurna, perlu ekstra hati-hati dalam memberi perawatan keseharian. Pijat bayi yang memberi manfaat adalah yang dilakukan secara benar, memperhatikan susunan anatomis, dan pada waktu yang tepat. Menyerahkan pemijatan bayi pada oran yang tidak faham rambu2 pijat bayi (misal dukun, dst) dapat fatal akibatnya. Salah satu faktanya adalah kisah ummahat ini. Akan lebih aman jika kita pijat sendiri buah hati kita (tentu setelah benar2 memahami tehnik pijat bayi, ilmunya bisa berkunjumg kesini) selain membuktikan cinta kita padanya, juga dengan naluri ibu kita akan lebih memahami apa yang mereka rasakan dan butuhkan dari pada orang lain.  Ingatlah kesehatan itu mahal harganya, jangan jadikan si kecil sebagai kelinci percobaan, selalu berikan yang terbaik untuk sang buah hati, karena di tangan merekalah generasi robbani terwujud.

Iklan

1 Komentar »

  1. ini di daerah mana ya mb?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: