Oh Hordeolum..

gambar Hordeolum atau timbilen atau bintitan adalah sakit mata yang sudah akrab dikalangan kita semua. Hordeolum ini sering pula disebut sebagai penyakit penampilan, karena memang bentuk mata jadi tak lagi indah dan tak nyaman dipandang ^_^ benjolan bahkan bengkak di sana sini (jika pas hordeolumnya tak cuma 1). Saat si Hordeolum ini datang, tentu rasanya tak karuan.. nyeri, pegel, mata pedih, pandangan kabur, paling terasa saat sujud subhanalloh nyuuut… nyuuut… mata kyak mo jatuh aja rasanya. Namun bagaimanapun, sbagai hamba Alloh kita harus senantiasa berhusnudzon terhadap sgala yang Alloh takdirkan tuk kita, bersabar, mengharap pahala atasnya -tentu disertai usaha tuk menempuh jalan menuju kesembuhan-. Dengan sakit kita dapat belajar bersyukur betapa besarnya nikmat kesehatan, salah satu perkara yang sering kita lupakan. Dengan sakit, maka akan menjadi penggugur dosa kita jika kita sabar terhadapnya.

Naah inilah salah satu ikhtiyar saat si Hordeolum menyapa.. belajar mengilmui apa dan bagaimana sih si Hordeolum ini agar kita lebih tepat mengambil langkah penanganan terhadap si hordeolum ini, atu saat sahabat kita yang lain disapa si hordeolum ini, kita dapat memberikan advis yang bermanfaat baginya.

Mari sama-sama belajar..

BINTITAN BUKAN GARA-GARA HOBI NGINTIP, LO!

Mitos bintitan gara-gara hobi ngintip berkembang sedemikian subur dari generasi ke generasi. Padahal yang benar, bintitan muncul karena adanya peradangan dan infeksi.

Puluhan tahun lalu, saat rumah tinggal masih berdinding bilik bambu, mungkin saja orang jadi bintitan lantaran gemar ngintip. Besar kemungkinan karena ada kotoran dari bilik bambu yang rontok lalu mengenai kelopak mata sehingga menyebabkan infeksi. Sayangnya, mitos tersebut masih saja terus berkembang meski kini dinding rumah sudah terbuat dari beton. Apa sebenarnya bintitan dan bagaimana menanganinya?

DARI PERADANGAN SAMPAI INFEKSI

Kalangan awam menganggap semua benjolan di kelopak mata sebagai bintitan. Padahal secara medis hal tersebut harus dibedakan menjadi:

* Hordeolum, yakni benjolan di kelopak mata yang disebabkan oleh peradangan di folikel atau kantong kelenjar yang sempit dan kecil yang terdapat di akar bulu mata. Bila terjadi di daerah ini, penyebab utamanya adalah infeksi akibat bakteri.

* Chalazion, yakni benjolan di kelopak mata yang disebabkan peradangan di kelenjar minyak (meibom), baik karena infeksi maupun reaksi peradangan akibat alergi.

Mengingat penyebabnya adalah peradangan dan infeksi, maka sangat mungkin jika bintitan menimpa siapa saja, dari kanak-kanak hingga kalangan dewasa. Meski kasus bintitan jarang ditemukan pada bayi di bawah 6 bulan. Ini bisa dimaklumi karena di rentang usia ini kebersihan bayi umumnya masih sangat terjaga. Angka kejadian bintitan paling banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Ini karena anak usia sekolah sudah main ke sana kemari tanpa memperhatikan faktor kebersihan dan kesehatan. Mungkin saja usai main di tempat kotor, tanpa mencuci tangan lebih dulu, ia mengucek matanya yang terasa gatal karena kemasukan debu. Tak heran kalau kemudian terjadi infeksi atau peradangan yang menyebabkan bintitan.

Selain itu, anak-anak yang mewarisi bakat alergi dari orang- tuanya juga lebih rentan mengalami bintitan. Biasanya karena makan makanan pemicu alergi atau ada pemicu yang menyebabkan alerginya kambuh sehingga memunculkan peradangan di kelopak mata, baik di kelenjar minyak maupun kelenjar lainnya. Secara umum kelenjar tersebut tidak bermasalah, namun lingkungan di sekitar kelenjarlah yang rentan terhadap peradangan.

Bintitan bisa diibaratkan dengan sebuah pipa yang ujungnya tersumbat. Penyumbatan itu menyebabkan minyak yang diproduksi tidak dapat dialirkan dengan sempurna yang akhirnya menyebabkan pembengkakan. Karena alergi biasanya diturunkan, maka orangtua yang memiliki alergi dan gampang bintitan seharusnya lebih waspada terhadap kondisi anaknya. Bukan tidak mungkin si anak mempunyai kecenderungan yang sama pula.

BINTITAN BERULANG

Ada anak yang hanya sesekali dalam hidupnya mengalami bintitan, tapi ada juga yang “langganan” terkena gangguan yang satu ini. Baru sembuh dari bintitan, 1-2 bulan kemudian sudah bintitan lagi. Begitu seterusnya. Nah, khusus untuk anak-anak seperti ini, mau tidak mau hal-hal yang diduga sebagai penyebabnya haruslah dihindari.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan orangtua untuk mencegah agar bintitan tidak berulang:

· Jaga kebersihan

Sebenarnya menjaga kebersihan tidak sebatas pada kelopak mata saja karena menjaga kebersihan tubuh secara menyeluruh memang dianjurkan secara medis. Intinya, bila kebersihan tubuh selalu terjaga setidaknya meminimalkan peluang bakteri menginfeksi/menimbulkan peradangan, termasuk pada kelopak mata yang menyebabkan bintitan.

· Kebiasaan cuci tangan

Seperti sudah disebut, pada usia anak-anak, bintitan paling sering terjadi bila tangan kotor tanpa sengaja digunakan untuk mengucek mata yang terasa gatal. Meski kelihatannya sepele, gerakan kecil ini bisa memunculkan efek yang tidak kecil. Kalau ada bakteri yang ikut terbawa saat mengucek tadi bukan tidak mungkin besoknya sudah jadi bintitan.

· Waspada jika sering gatal

Bila mata terasa gatal-gatal atau bahkan sering gatal, sebaiknya bersihkan dengan tetes mata atau sekadar dikompres. Jadi, jangan dibiarkan saja karena sangat mungkin rasa gatal tersebut merupakan gejala awal terjadinya peradangan.

· Mata lelah

Bila mata sering difungsikan secara maksimal karena kurang tidur, terlalu banyak membaca, main games di komputer atau teve, bukan tak mungkin mata jadi lelah, gatal, dan terjadi peradangan. Keluhan seperti ini umumnya dialami oleh anak yang berbakat bintitan. Namun kondisi yang sama mungkin saja tidak berlaku pada tiap anak meski aktivitas yang dilakukannya tidak jauh berbeda.

KOMPRES HANGAT

Sebelum benar-benar bengkak, orangtua sebenarnya bisa memberi pertolongan pertama. Begitu bangun tidur, contohnya. Jika mata anak terlihat kotor, merah, berair, diraba terasa keras meski belum sampai ada benjolan, itulah tanda-tanda bintitan. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengompresnya dengan air hangat. Berikut macam kompres yang bisa dilakukan:

* Dengan kain yang direndam air hangat

Caranya: kain (handuk kecil atau saputangan) direndam dalam air hangat kemudian usapkan ke mata anak secara perlahan. Lakukan 3 kali sehari.

Keuntungannya: Mata terasa lebih segar karena tetesan air hangat bisa langsung terasa di mata.

Kerugiannya: Tidak bisa dilakukan di sembarang tempat karena tetesan air akan menyebabkan tempat jadi basah.

– Dengan botol yang diisi air hangat

Caranya: Cuci botol yang terbuat dari beling sampai bersih kemudian isi dengan air hangat. Letakkan botol tersebut di kelopak mata yang terasa mengeras/mengganjal.

Keuntungannya: Lebih praktis karena tidak ada tetesan air. Bisa dilakukan di mana saja, termasuk di mobil selama dalam perjalanan.

Kerugiannya: Bila posisi atau ukuran botol tidak tepat, anak akan merasa tidak nyaman saat dikompres.

* Kombinasi antara keduanya

Sebaiknya kombinasikan kedua cara di atas. Bangun tidur selagi masih di rumah, lakukan kompres dengan kain, sehingga anak merasa matanya lebih segar. Kompres dengan botol bisa dilakukan saat perjalanan menuju atau sepulang sekolah dalam mobil.

RAGAM PENANGANAN

Meski bintitan sering dianggap sebagai penyakit penampilan, namun bila dibiarkan dalam jangka panjang tak mustahil bakal berakibat fatal. Boleh jadi bengkaknya kempes, tapi infeksi/peradangannya tidak sembuh-sembuh tuntas karena bolak-balik muncul dan muncul lagi. Selain itu, pembengkakan yang relatif besar jelas akan mengganggu fungsi mata. Artinya, kendati tidak sampai menimbulkan kebutaan, namun pandangan jadi kabur karena terganggunya pembiasan cahaya.

Bila kompres mata sudah dilakukan beberapa kali namun rasa mengganjal di kelopak mata tak kunjung hilang, atau bahkan ada benjolan lain yang kian membesar, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk mendapatkan beberapa penanganan berikut:

* Tetes mata

Tetes mata yang diresepkan umumnya adalah tetes mata yang mengandung antibiotik dan steroid. Untuk anak yang lebih kecil, tetes mata ini lebih mudah digunakan. Misalnya diakali dengan menunggunya sampai tertidur lalu meneteskannya sesuai anjuran di ujung matanya, kemudian tarik sedikit bagian bawah mata, hingga tetesannya ikut mengalir mengenai bola mata.

* Salep

Salep adalah pilihan selanjutnya bagi anak yang sudah lebih besar atau orang dewasa. Salep mata yang diresepkan biasanya juga mengandung antibiotik dan steroid.

* Obat oral

Bila dirasa kurang, dokter akan menambahkan antibiotik yang dikonsumsi secara oral alias diminum selain salep mata dan tetes mata tadi.

OPERASI SEBAGAI SOLUSI

Bila bintitan sudah terlalu besar atau yang bersangkutan memang sering sekali bintitan, umumnya obat tetes/salep dan antibiotik yang dikonsumsi oral tak lagi memadai. Kalau sudah begini, biasanya dokter akan menyarankan operasi. Tak perlu membayangkannya sebagai operasi besar karena operasi ini sebenarnya adalah pembedahan kecil (1-2 cm) di tempat munculnya benjolan. Kemudian dengan alat khusus (semacam “sendok”), isi benjolan akan “dikerok” untuk dibuang.

Bila benjolan ada di luar kelopak mata, sayatan bisa dilakukan dari luar. Akan tetapi kalau benjolan tersebut di dalam, maka kelopak mata harus “dibalik” dan dijepit sebelum dilakukan sayatan. Setelah selesai, sementara waktu mata akan ditutup dengan perban guna mencegah agar tidak terjadi perdarahan lebih lanjut.

Adapun anestesi yang digunakan untuk anak yang sudah relatif besar atau orang dewasa adalah bius lokal, yakni hanya di sekitar tempat sayatan. Namun untuk anak yang masih kecil, biasanya akan dilakukan bius umum karena dikhawatirkan ia akan meronta kesakitan. Bila ini yang terjadi bukan mustahil alat-alat yang digunakan untuk operasi akan melukai bola mata atau bagian mata lainnya. Operasinya sendiri termasuk operasi kecil yang tidak makan waktu lama. Keuntungannya, bintitan tidak akan muncul lagi di tempat yang sama karena permukaan kelenjar tersebut sudah rusak. Kalaupun bintitan muncul lagi, terjadinya pasti di tempat lain.

Marfuah Panji Astuti. Foto: Agus/NAKITA

Narasumber:

Dr. Hadi Prakoso, Sp.M.,

dari Klinik Mata Nusantara, Jakarta

Nama Penyakit Hordeolum

Definisi : Hordeolum (Stye) adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar di tepi atau di bawah kelopak mata. Bisa terbentuk lebih dari 1 hordeolum pada saat yang bersamaan. Hordeolum biasanya timbul dalam beberapa hari dan bisa sembuh secara spontan.

Penyebab : Hordeolum adalah infeksi akut pada kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri dari kulit (biasanya disebabkan oleh bakteri stafilokokus). Hordeolum sama dengan jerawat pada kulit. Kadang timbul bersamaan dengan atau sesudah blefaritis, bisa juga secara berulang.

Gejala :

Biasanya berawal sebagai kemerahan, nyeri bila ditekan dan nyeri pada tepi kelopak mata. Mata mungkin berair, peka terhadap cahaya terang dan penderita merasa ada sesuatu di matanya.
Biasanya hanya sebagian kecil daerah kelopak yang membengkak, meskipun kadang seluruh kelopak membengkak.
Di tengah daerah yang membengkak seringkali terlihat bintik kecil yang berwarna kekuningan.
Bisa terbentuk abses (kantong nanah) yang cenderung pecah dan melepaskan sejumlah nanah.

Diagnosa :

ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pengobatan :

Hordeolum bisa diobati dengan kompres hangat selama 10 menit sebanyak 4
kali/hari.

Jangan mencoba memecahkan hordeolum, biarkan pecah sendiri.
Krim antibiotik kadang digunakan untuk hordeolum yang berulang atau menetap (yang disebabkan oleh bakteri).

Hordeolum interna adalah hordeolum yang terbentuk pada kelenjar yang lebih
dalam. Gejalanya lebih berat dan jarang pecah sendiri, karena itu biasanya
dokter akan menyayatnya supaya nanah keluar.

Pencegahan :

Selalu mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh kulit di
sekitar mata. Bersihkan minyak yang berlebihan di tepi kelopak mata secara perlahan

Sumber: http://www.infokes.com , http://www.medicastore.com

Iklan

11 Komentar »

  1. fitri Said:

    sya Udh Pernah d Operasi kecil(insisi)
    tapi bintit itu ada lagi??
    knp itu??
    ap caRa tradisional agar bintit itu hilang??

    • nda Said:

      mba fitri setelah operasi ninggalin kerutan di mata ga??? atau bekas2 operasi gitu….

    • intan Said:

      sama dong.. bintitny klwr lg.
      kl dioperasi berkali2 apa berbahaya yah?? apa efek sampingny?

  2. yuli Said:

    makasih banget infonya!!!!
    doakan saya cepat sembuh..

  3. Rita Nova Said:

    Makasih banyak infonya… Saya punya keponakan yg ada bintitan kira2 sdh 1,5 bln timbulnya sdh berobat ke doktr dikasih salep mata n sirup antibiotik tp nggak sembuh trus berobat lg kt doktr hrs operasi kira2 bahaya nggak obat biusnya terhadap otaknya krn hrs menggunakan bius umum, trus ada nggak alternatif lain?

  4. puji astutik Said:

    saya bintitan sudah lima bulan.tapi sya tdk berani operasi.adakah jalan lain selain operasi?

  5. Lien ming Said:

    saya sering malu kenapa saya selalu bintilan . setelah sembuh kenapa selalu muncul lagi . saya pernah mndengar sebelum bintilan oleskan air bawang putih . apakah itu bisa membantu ?? jika tidak obat apa yang harus saya berikan pada bintilan saya ini .
    terimakasih

  6. yuen Said:

    alhamdulillah..skrg jdinya sudah tahu apa penyebabnya,, setiap tahun suka datang ne bintitan mata…

  7. Finna Echa Said:

    dokter saya bintitan di bagian bawah kelopak mata yang awalnya besar sekarang mengempes jadi lebih kecil namun sudah 2 bulan lebih berlalu kok g hilang ya dokter bintitan itu,,saya takun nanti akan jadi daging tumbuh apakah bisa dokter?terus selain operasi cara apa yang harus saya lakukan agar bintitan saya hilang karena saya tidak nyamn se x dodter?

  8. Egga Said:

    antibiotik yg bagus buat penyakit ini apa yah?

  9. Putri Said:

    saya sudah di operasi tapi bengkaknya masih ada.. itu kenapa yaa?


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: