KURIKULUM MATERI TARIKH (USIA 2-6 TAHUN)

Di bawah ini adalah ringkasan materi tarikh yang disampaikan setiap pertemuan di Full Day School IBNU ABBAS. Materi yang disampaikan sekali pertemuan adalah 1 nomor, dibawah ini materi tarikh terbagi menjadi 29 nomor, berarti 29 kali pertemuan. Namun demikian terkadang satu nomor bisa disampaikan hingga 2 kali pertemuan menyesuaikan berat tidaknya materi dan tingkat kepentingan materi untuk dibahas lebih mendalam. Sistem penyampaian materi ini adalah cerita dan tanya jawab. Cara berceritanya pun harus semenarik mungkin, bisa dengan sambil menggambarkan ilustrasinya, dengan boneka tangan, meminta anak memerankan menjadi tokoh tertentu untuk membacakan dialognya, dll. Hal ini untuk menambah ketertarikan anak sehingga point2 materi mudah diserap. Kurikulum tarikh ini juga bisa dijadikan dongeng sebelum tidur untuk anak. Semoga bermanfaat.

=======================================

RINGKASAN TARIKH ( kitab sirah nabawiyah : syaikh Syafiyyur Rahman Al Mubarakfury)

=======================================

Tujuan : Anak mengenal nabi khususnya nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan mengidolakannya

 MATERI UNTUK USIA 4-6 TAHUN

MATERI SHIROH TAHUN PERTAMA

( kitab sirah nabawiyah : syaikh Syafiyyur Rahman Al Mubarakfury)

  1. Posisi bangsa arab

Bangsa Arab dikelilingi gurun pasir, selalu hidup merdeka karena sulit bagi bangsa lain untuk menjajah, sedangkan laut Arab menjadi tempat berlabuh berbagai bangsa untuk mengadakan hubungan dagang dan lainnya sehingga menjadikan bangsa Arab lebih banyak hidup berdagang.

  1. Agama Bangsa Arab

Bangsa Arab adalah bangsa keturunan nabi Ibrohim. Awalnya bangsa Arab menyembah Allah saja(Islam). Kemudian datang Amr bin Luhay membawa patung besar yang bernama Hubal dan meletakkannya di dalam Ka’bah. Amr mengajak orang-orang menyembah patung dan memenuhi Ka’bah dengan 360 patung. Mereka menyembelih korban untuk patung, berdo’a minta sehat dan kaya kepada patung. Mereka juga suka pergi ke dukun dan tukang ramal. Ada juga orang yang beragama Yahudi, Kristen dari bangsa lain yang pindah ke Arab dan menetap di Arab.

  1. Kebiasaan Bangsa Arab

  • Bangga jika lahir anak laki-laki dan benci jika lahir anak perempuan sehingga banyak anak-anak perempuan mereka di kubur hidup-hidup atau dijual.

  • Judi dan mabuk

  • Dermawan, mereka berlomba-lomba dalam memuliakan tamu, memberi bantuan kepada fakir miskin

  • Menepati janji, mereka menganggap janji adalah hutang yang harus dibayar.

  • Pemberani.


  1. Kelahiran Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wa Sallam

  • Beliau lahir di Negeri Arab/bangsa Arab di kota Mekah dalam keadaan yatim.
  • Bapaknya bernama Abdulloh bin Abdul Mutholib bin Hasyim, bangsawan terhormat suku Quraisy
  • Keluarga nabi terkenal dengan keluarga Hasyimiyah
  • Kebiasaan penduduk kota Mekah adalah menyusukan anaknya kepada wanita desa agar tubuh bayi kuat dan agar keluarga tersebut mengajarkan bahasa arab murni, maka nabi juga disusui wanita desa bernama Halimah.Halimah banyak merasakan barokah(kebaikan yang terus/bertambah) yang dibawa nabi. Sejak menggendong pertama kali, puting susu yang awalnya kempes menjadi penuh, onta tuanya susunya penuh sehingga nabi dan keluarga Halimah kenyang. Keledai kurus yang ditungganginya menjadi kuat, hewan ternak di rumahnya menjadi gemuk-gemuk dan susunya penuh, ladangnya yang gersang menjadi subur.
  • Saat Nabi berumur 4 tahun sedang bermain dengan teman-temannya, jibril memegang dan menelantangkannya, lalu membelah dadanya dan mengeluarkan hatinya dan mengeluarkan segumpal darah dari dadanya, lalu mencucinya dengan air zam-zam dalam baskom emas,lalu memasukkanyya ke tempat semula. Anak-anak kecil lainnya berlarian mencari Halimah dan berkata :” Muhammad telah di bunuh”, merekapun datang menghampiri nabi yang wajahnya semakin berseri. Halimah menjadi kawatir terhadap keselamatan nabi maka halimah mengembalikan nabi ke ibunya yaitu Aminah. Pada umur 6 tahun ibunya mati maka nabi diasuh kakeknya. Pada umur 8 tahun kakeknya mati maka nabi diasuh pamannya yang bernama Abu Tholib sampai nabi dewasa.
  • Nabi membantu pamannya menggembala kambing dan juga menggembala kambing milik penduduk Mekah dengan imbalan uang. Pada usia 25 tahun Nabi membawa barang dagangan khodijah dijual ke Syam. Nabi berdagang ditemani Maisaroh(pembantu Khodijah). Nabi pulang berdagang dengan untung yang banyak. Maisaroh bercerita kepada Khodijah tentang kejujuran nabi dan kemuliaan ahlaknya. Khodijah senang, kemudian nabi menikah dengan mahar 20 ekor onta.
    Nabi membantu orang-orang Quraisy memperbaiki Ka’bah. Ketika pembangunan sudah sampai di Hajar Aswad, mereka berselisih tentang siapa yang berhak mendapat penghormatan meletakkan Hajar Aswad di tempat semula. Mereka bertengkar dan hampir saja saling membunuh, kemudian ada yang menawarkan untuk menyerahkan urusan ini kepada siapapun yang pertama kali masuk lewat pintu masjid. Allah menghendaki nabi yang pertama kali melewati pintu masjid. Tatkala mengetahui itu orang-orang Quraisy berkata:”inilah Al Amin, kami ridho kepadanya, inilah dia Muhammad. Setelah mereka semua berkumpul di sekitar beliau dan mengabarkan apa yang harus mereka lakukan,maka beliau yang cerdas meminta sehelai selendang , lalu meletakkan Hajar Aswad di tengah selendang, lalu meminta pemimpin-pemimpin kabilah memegang ujung2 selendang dan bersama2 mengangkatnya. Setelah mendekati tempatnya, beliau mengambil Hajar Aswad dan menempatkannya di tempat semula. Akhirnya semua kabilah rukun kembali.
  • Sebelum diangkat menjadi nabi, beliau bergaul dengan manusia yang melakukan kebaikan, jika manusia melakukan kejelekan seperti minum khamr, judi,menyembah berhala maka nabi menghindar dan lebih suka menyendiri di gua Hiro’. Nabi terkenal dengan perkataannya yang lemah lembut, paling jujur, paling baik amalnya, paling bisa dipercaya sehingga masyarakat memberi julukan Al Amin. Beliau membawa bebannya sendiri, memberi makan orang miskin, menjamu tamu dan menolong siapapun yang berbuat kebaikan.

  1. Diangkat menjadi Nabi dan Rosul

  1. Awal permulaan wahyu yang datang kepada nabi ialah berupa mimpi yang hakiki didalam tidur beliau. Beliau tidak melihat sesuatu di dalam mimpinya melainkan ada sesuatu yang datang menyerupai fajar subuh. Kemudian beliau paling suka mengasingkan diri. Beliau menyendiri di Gua Hira’ dan beribadah di sana pada malam-malam hari sebelum pulang ke keluarga dan mengambil bekal. Beliau menemui Khadijah dan mengambil bekal seperti biasanya, hingga datang kebenaran. Tatkala beliau sedang berada di Gua Hira’.Malaikat mendatangi beliau seraya berkata,”Bacalah!”.Nabi berkata “Aku Tidak Bisa Membaca”.Kemudian malaikat Jibril mendekap nabi dan berkata “Bacalah”,hingga nabi merasa sesak, sampai malaikat mengulangnya 3 kali. Kemudian malaikat mengajarkan kepada nabi surat al-Alaq, itulah awal nabi di angkat menjadi rasul.

  2. Allah menurunkan Al-Qur’an yang kedua yaitu surat Al-mudatsir. Saat itu nabi sedang berjalan tiba-tiba mendengar suara dari langit, kemudian nabi melihat ke arah langit ternyata di sana ada malaikat Jibril sedang duduk di sebuah kursi menggantung di antara langit dan bumi. Nabi mendekatinya hingga terjerembab ke tanah, kemudian beliau pulang dan berkata kepada Khadijah “selimuti aku”,lalu Allah menurunkan surat AL-mudatsir,setelah itu wahyu datang secara berturut-turut.

  1. Berdakwah secara sembunyi-sembunyi

  1. Nabi menyampaikan Islam kepada orang yang paling dekat, yaitu keluarga dan sahabat-sahabat dekatnya.Beliau juga menyampaikan kepada orang yang beliau kenal senang kebaikan dan kebenaran. Beliau memberitahukan bahwa hanya Allah yang berhak diibadahi dan meninggalkan beribadah kepada patung-patung dan berhala. Beliau menyampaikannya dengan sembunyi-sembunyi agar penduduk Mekkah tidak kaget dengan perubahan ini. Yang pertama kali menerima dakwah beliau adalah Khadijah, Zaid Bin Haritsah, Ali Bin Abi Thalib, dan Abu Bakar Setelah itu, mereka menyampaikan kepada yang lain secara sembunyi-sembunyi, sehingga jumlah mereka lebih dari 40 orang.

  2. Pembesar-pembesar Quraisy akhirnya mendengar apa yang selama ini di sampaikan oleh nabi untuk beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan kebiasaan beribadah kepada selain Allah. Pembesar-pembesar Quraisy mulai khawatir,jikalau pengikut mereka berpindah mengikuti ajaran yang di sampaikan nabi.

  1. Berdakwah secara terang-terangan

  1. Setelah Allah memerintahkan nabi mengajarkan Islam/berdakwah kepada manusia dengan sembunyi-sembunyi selama 3 tahun, kemudian Allah menyuruh nabi agar berdakwah dengan terang-terangan. Nabi segera melaksanakan perintah Allah dengan mengumpulkan keluarga besar bani Hasyim yang jumlahnya ada 45 orang. Nabi bersabda:”Segala puji untuk Allah dan aku memujinya, memohon pertolongan, percaya dan tawakkal kepadaNya, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak di ibadahi selain Allah dan tidak ada tandingan bagiNya. Sesungguhnya seorang pemandu tidak akan membohongi keluarganya. Demi Allah yang tidak ada yang hak diibadahi selainNya, sungguh aku adalah utusan Allah kepada kalian dan kepada manusia semuanya. Demi Allah kalian akan mati dan akan dibangkitkan lagi. Apa yang kalian perbuat benar-benar akan ditimbang, lalu di sana ada surga yang abadi dan neraka yang abadi pula. Abu Tholib berkata:” akulah orang yang pertama kali mendukungmu, aku akan selalu menjaga dan melindungimu, lanjutkan apa yang diperintahkan kepadamu, namun aku tidak akan meninggalkan agama bani Abdul Mutholib(tetap menyembah berhala/tidak mau masuk Islam).
  2. Orang-orang kafir Mekah yang sudah punya kebiasaan/tradisi menyembah berhala dan banyak berbuat dosa menolak ajakan nabi. Mereka menolak ajaran Islam dan sangat membenci nabi. Pada suatu malam istri Abu Lahab tetangga nabi, memasang duri di depan pintu nabi. Tetangga yang lain melempari nabi dengan kotoran hewan. Semua orang Islam yang miskin dan lemah disiksa. Amaar bin Yasir dibenamkan dipasir panas dan ditindih batu, sedang bapak ibunya dibunuh di depannya. Maka nabi melarang orang-orang Islam menampakkan keIslamannya. Mereka sholat dengan sembunyi, belajar dengan nabi juga dengan sembunyi. Tempat belajar mereka di rumah Al Arqom yang aman dari mata-mata orang kafir.
  3. Nabi terus menampakkan dakwah dan ibadah di tengah orang-orang kafir. Saat musim haji nabi mendatangi manusia di kemah-kemah mereka, mengajarkan Islam, sementara itu tokoh kafir yaitu Abu Lahab membuntuti nabi sambil berkata:”jangan kalian mematuhinya, dia keluar dari agama dan pembohong”. Orang-orang kafir duduk di pinggir-pinggir jalan yang dilalui manusia dari berbagai negara dan memberitahukan kepada setiap yang lewat agar menjauhi ajakan nabi, sehingga pada musim haji itu nama nabi Muhammad menjadi terkenal di kalangan orang-orang yang melakukan haji, dan mereka pulang ke tempat tinggalnya dengan membawa kabar tentang datangnya nabi terakhir yaitu nabi Muhammad yang mengajarkan tentang Islam.
  4. Orang-orang Islam terus disiksa, maka nabi menyuruh mereka pindah(hijrah) ke negeri Habasyah. Orang kafir segera mengejar orang muslim. Mereka mengirim hadiah untuk raja Habasyah dan membujuk raja agar mengusir orang-orang Islam. Namun raja justru membenarkan ajaran agama Islam, mempersilahkan orang-orang Islam tinggal di negerinya dan menolak hadiah dari orang kafir Quraisy bahkan mengusir utusan kafir Quraisy.
  1. Umar bin Khothob dan Hamzah masuk Islam

  • Saat nabi di bukit Shofa, Abu Jahal memaki dan memukul kepala nabi hingga darah mengalir. Hamzah paman nabi, yang baru pulang dari berburu, lewat di Bukit shofa mendengar berita bahwa Abu Jahal telah melukai nabi, maka ia mencari Abu Jahal dan memukul kepala Abu Jahal hingga berdarah. Setelah itu Hamzah mengucap syahadat(masuk Islam)
  • Saat Umar bin Khotob masih kafir, ia sangat membenci orang Islam dan menyiksa orang-orang Islam yang lemah. Suatu ketika ia mendengar berita bahwa adiknya masuk Islam, maka ia segera mencari adiknya dan menghajarnya. Umar melihat darah mengalir dari wajah adik perempuannya, ia menyesal dan malu atas perbuatannya. Adiknya menyuruh Umar mandi kemudian memberikan Alqur’an kepada Umar untuk di baca. Umar menuruti perintah adiknya. Setelah membaca AlQur’an ia menemui nabi dan mengucap syahadat(masuk Islam). Umar adalah orang yang di kenal pemberani, ia menemui orang-orang kafir dan menyiarkan dirinya telah masuk Islam.
  • Setelah Umar dan Hamzah masuk Islam, maka menjadi banyak orang yang berani masuk Islam, sholat dan belajar kepada nabi tidak sembunyi-sembunyi lagi. Orang Islam mulai berani melawan orang kafir yang berbuat jahat. Orang Islam merasa semakin kuat setelah masuk Islamnya Umar dan Hamzah.
  1. Pemboikotan

  • Orang kafir gelisah melihat semakin banyak orang yang berani masuk Islam. Mereka menawarkan kepada nabi harta yang banyak, diangkat menjadi pemimpin dengan syarat nabi meninggalkan ajaran Islam. Nabi menolak, maka mereka menemui Abu Tholib untuk menyerahkan Nabi kepada mereka. Abu Tholib menolak, bahkan Abu Tholib meminta kepada kerabat nabi bani Hasyim, bani Mutholib dan bani Abdi Manaf yang kafir dan yang muslim agar bersedia melindungi nabi. Semua bersedia kecuali Abu Lahab.
  • Orang kafir Quraisy membuat kesepakatan bersama(piagam)untuk mengucilkan(memboikot) orang yang melindungi nabi. Piagam itu ditulis di papan dan ditempel di tembok dalam Ka’bah. Piagamnya berisi larangan kepada semua orang Quraisy untuk tidak menikah/jual beli/berteman/berbicara dengan orang yang melindungi Muhammad, kecuali jika secara suka rela mereka menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.
  • Tiga tahun sejak pemboikotan, bahan makanan kerabat nabi habis, sehingga kelaparan, hanya makan dedaunan dan kulit hewan karena setiap ada pedagang yang membawa bahan makanan ke Mekah langsung diborong semua oleh orang kafir Quraisy. Sebenarnya tidak semua orang Quraisy setuju dengan piagam tersebut. Mereka yang tidak setuju mengirim bahan makanan kepada kerabat nabi dengan sembunyi-sembunyi, juga berusaha membatalkan piagam tersebut. Salah seorang dari mereka berkata:” Wahai penduduk Mekah, kita bisa menikmati makanan dan pakaian, sementara bani Hasyim binasa, demi Allah aku tidak akan duduk kecuali setelah piagam yang dzolim dam kejam itu dirobek” Saat mereka akan merobeknya, mereka melihat rayap telah memakan papan itu kecuali papan yang bertuliskan Bismika Allahumma dan kata Allah. Akhirnya kerabat nabi keluar dari tempat pemboikotan dan beraktivitas seperti biasa.
  1. Tahun Duka

Setelah pemboikotan, abu Tholib yang selalu melindungi nabi, sakit kemudian wafat. Khodijah yang selalu menemani dan membantu nabi juga sakit kemudian wafat. Orang Quraisy semakin berani menyakiti nabi, maka nabi pergi ke Toif mencari perlindungan, tetapi mereka justru memaki dan menyuruh anak-anak melempari batu sehingga kaki nabi berdarah. Tahun itu nabi benar-benar berduka hingga nabi menyebutnya tahun berduka.

  1. Bai’at Aqobah

  • Di setiap musim haji, nabi menemui rombongan haji yang datang dari berbagai negeri dan mengajaknya masuk Islam.
  • Dari Madinah ada 12 orang yang masuk Islam mengadakan pertemuan dengan nabi di Aqobah dan mengucap janji(bai’at Aqobah I) yang isinya:
    1. Tidak menyembah kecuali Allah

    2. Tidak mencuri

    3. Tidak mengganggu perempuan

    4. Tidak membunuh anak-anak

    5. Tidak bohong

    6. Tidak membantah perintah nabi yang baik

  • Setelah bai’at dan musim haji sudah selesai, nabi mengirim utusan(duta) ke Madinah untuk mengajarkan Islam kepada orang Islam Madinah dan mengajak orang yang masih musyrik agar mau masuk Islam. Duta itu berhasil mengajak sebagian besar penduduk Madinah masuk Islam dan siap memberi perlindungan kepada nabi dan orang Mekah yang sudah masuk Islam.
  • Setelah bai’at I, pada musim haji 2 tahun berikutnya 73 orang Islam dari Madinah datang menemui nabi untuk berjanji di Aqobah(bai’at Aqobah II/bai’at Aqobah kubro) dengan sembunyi-sembunyi di suatu malam yang isinya:
    1. Mendengar, taat, semangat melaksanakan perintah nabi

    2. Menafkahkan harta karena Allah baik saat sulit dan saat mudah

    3. Menyuruh kebaikan dan mencegah kejelekan

    4. Tetap tegar dalam agama Islam dan berani menghadapi musuh

    5. Siap menolong dan melindungi nabi jika datang di Madinah

  • Setelah bai’at selesai, nabi menetapkan 12 orang untuk menjadi pemimpin di daerah mereka masing-masing dan bertanggung jawab dalam melaksanakan bai’at tersebut.Setelah melaksanakan haji dan bai’at mereka pulang ke Madinah, disusul orang-orang Islam Mekah secara sembunyi-sembunyi hingga tidak ada seorang muslimpun yang tersisa di Mekah kecuali nabi dan keluarganya, Abu Bakar dan keluarganya serta orang-orang yang ditahan paksa oleh orang kafir Quraisy. Sambil menunggu perintah Allah Nabi dan Abu Bakar mempersiapkan bekal hijrah.
  1. Pertemuan pemimpin-pemimpin Quraisy untuk menghancurkan Islam

Orang-orang kafir benci dengan keberhasilan dakwah nabi. Mereka segera mengadakan rapat/pertemuan di pagi hari untuk menghentikan dakwah Islam. Mereka bersepakat untuk mengepung rumah nabi di tengah malam dan memenggal leher nabi. Allah mengutus malaikat Jibril pagi itu untuk menyampaikan wahyu perintah hijrah dan menyampaikan rencana kafir Qurasy untuk membunuh nabi. Jibril berkata: “Janganlah engkau tidur ditempat tidurmu malam ini seperti biasanya”.

Nabi segera ke rumah Abu bakar dengan menutup wajahnya dengan kain. Nabi menyampaikan berita dari Jibril dan menyuruh untuk segera bersiap-siap hijrah menemani nabi. Nabi juga menemui Ali bin Abi Tholib dan bersabda:’tidurlah di tempat tidurku, berselimutlah dengan mantel hijauku”.

  1. Hijrah ke Madinah

  • Meninggalkan rumah menuju gua Tsaur. Menjelang malam nabi keluar rumah dengan berjinjit tanpa alas kaki (agar tidak terlihat jejaknya) menyibak kepungan. Beliau memungut segenggam pasir dan menaburkan ke kepala orang-orang yang mengepungnya. Allah menutup mata mereka sehingga mereka tidak melihat. Nabi pergi ke rumah Abu Bakar, kemudian berdua berjalan berjinjit lewat pintu belakang menuju gua Tsaur, melewati jalan yang terjal, berbatuan dan sulit dilalui sehingga kadang Abu bakar memapah nabi, kadang mengikat badannya dengan badan nabi. Sementara itu ada orang yang mendatangi orang kafir yang mengepung nabi dan berkata: apa yang kalian tunggu? Kalian kecele. Demi Allah, Muhammad telah melewati kalian sambil meninggalkan pasir di kepala kalian, lalu dia pergi untuk keperluannya”. Mereka berkata: “Demi Allah kami tidak melihatnya” kata mereka sambil bangkit dan membersihkan pasir dari kepala. Dari celah pintu mereka mengintip dan melihat sesosok tubuh yang sedang tidur. Mereka berkata:”Demi Allah itu Muhammad sedang tidur berselimut mantelnya”. Ternyata sampai pagi mereka tidak berbuat apa-apa. Ali bangkit dari tempat tidurnya dan langsung dikepung. Mereka berkata:”Dimana Muhammad?”. Ali menjawab:”Aku tidak tahu”
  • Quraisy kecewa atas lolosnya nabi dari rencana pembunuhan. Mereka memukuli Ali dan menyeretnya ke Ka’bah agar mau memberitahu tempat persembunyian nabi, namun Ali tetap diam. Mereka juga menggedor rumah Abu Bakar. Mereka bertanya kepada anak Abu Bakar(Asma’):”Dimana ayahmu?”. Asma’ berkata:”Aku tidak tahu”, maka Abu Jahal menampar pipi Asma’ hingga antingnya lepas. Mereka juga menjaga setiap jalur dari Mekah dengan membawa senjata, dan siapapun yang bisa menangkap nabi hidup atau mati akan mendapat hadiah 100 ekor onta. Mereka juga mencari nabi di gunung, lembah dan semua tempat.
  • Dalam gua Tsaur nabi dan Abu Bakar bersembunyi selama 3 hari. Pernah Abu Bakar mendongakkan kepala, melihat kaki beberapa orang Quraisy. Abu Bakar berbisik kepada nabi:”Wahai nabi, andai mereka melongokkan kepala tentu mereka melihat kita”. Nabi bersabda:” kita berdua sedang yang ketiga adalah Allah”.
  • Tiap malam Abdullah bin Abu Bakar sembunyi-sembunyi menemui nabi menyampaikan keadaan Quraisy, jika menjelang pagi Abdullah berkumpul bersama Quraisy memata-matai mereka. Pembantu Abu Bakar menggembala/menggiring kambing mengikuti langkah Abdullah untuk menghilangkan jejak kakinya, menjelang malam ia memerah susu kambing di dekat gua Tsaur dan diberikan kepada nabi dan Abu Bakar.
  • Abdullah mengabarkan bahwa semangat Quraisy mencari nabi mulai mengendor, maka nabi bersiap melanjutkan perjalanan menuju Madinah. Asma’ datang membawakan bekal makanan. Nabi mengupah penunjuk jalan, kemudian berangkat naik unta dengan ditemani Abu Bakar, penunjuk jalan dan pembantu Abu Bakar. Rombongan nabi memilih jalan yang tidak biasa dilalui orang menuju Madinah.

  • Tak ada yang menemukan rombongan nabi kecuali Suroqoh, Abu Bakar kawatir melihat Suroqoh mengejar, lalu Nabi bersabda:”Jangan takut, Allah bersama kita”. Suroqoh telah mendekat, setiap Suroqoh bersiap memanah nabi namun kudanya tergelincir dan Suroqoh jatuh. Suroqoh segera mencambuki kudanya agar mau bangun, tetapi kaki kuda itu justru terbenam dalam pasir. Akhirnya Suroqoh ketakutan dan minta agar nabi tidak menghukumnya. Ia berjanji untuk merahasiakan keberadaan nabi, bahkan ia juga menawarkan bekal dan harta. Suroqoh pulang dan mendapatkan orang-orang masih berusaha mencari nabi, maka ia berkata:”aku tidak memperoleh kabar apa-apa untuk kalian, lebih baik kalian diam saja di sini”. Sebelum bertemu nabi Suroqoh bersemangat untuk membunuh nabi, setelah bertemu ia melindungi nabi dari kejaran kafir Quraisy.
  • Saat muslim di Madinah mendengar kabar kepergian nabi dari Mekah, mereka setiap pagi pergi ke tanah lapang menunggu kedatangan nabi, jika panas matahari sangat menyengat baru mereka pulang. Nabi sampai di Quba, muslim yang berasal dari Madinah(anshor) dan muslim yang berasal dari Mekah(muhajirin) berkerumun menyambut nabi dengan gembira sambil mengucap takbir. Nabi menginap di Quba 4 hari. Selama berada di Quba, nabi bersama muhajirin dan anshor membuat masjid, masjid pertama kali yang dibangun orang Islam. Kemudian nabi masuk kota Madinah. Sekalipun anshor bukan orang-orang kaya namun semuanya berharap nabi singgah di rumahnya. Nabi membiarkan untanya berjalan dan setiap melalui rumah anshor mereka memegang tali untanya agar nabi berkenan singgah. Di depan rumah Abu Ayub unta nabi menderum dan tidak berjalan lagi, barulah nabi turun dan singgah di rumah Abu Ayub. Beberapa hari kemudian keluarga nabi dan keluarga Abu Bakar juga tiba di Madinah.

MATERI SHIROH TAHUN KEDUA

  1. Kehidupan Awal orang Islam di Madinah

  • Kondisi muslimin di Madinah

Muslimin di Madinah terdiri 2, yaitu orang anshor(muslim penduduk asli Madinah) dan orang muhajirin(muslim Mekah yang pindah/hijrah ke Madinah). Orang anshor memiliki tempat tinggal, pekerjaan dan harta, sedangkan orang muhajirin tidak mempunyai tempat tinggal di Madinah, belum mempunyai pekerjaan untuk menghidupi diri & keluarganya yang turut hijrah, tidak memiliki harta. Hari demi hari Muhajirin yang datang ke Madinah semakin bertambah, sedangkan Madinah bukan daerah yang memiliki kekayaan yang melimpah, dan saat itu semua yang memusuhi orang Islam memboikot hubungan ekonomi sehingga pemasukan dari luar semakin menipis.

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi muslimin di Madinah, Nabi memutuskan untuk:

  1. Membeli tanah kemudian membangun masjid nabawi. Masjid tersebut digunakan sebagai tempat sholat, tempat belajar, tempat rapat, tempat menerima tamu dari berbagai daerah, juga sebagai tempat tinggal muhajirin (yang miskin,tidak punya kerabat,belum menikah). Nabi juga membangun beberapa rumah disisi masjid untuk tempat tinggal istri2nya.
  2. Mempersaudarakan antara anshor & muhajirin. Nabi membuat perjanjian antara anshor & muhajirin.
  3. Isi perjanjian tersebut sbb:

a. Setiap muslim harus menampung muslim yang lain & saling tolong menolong
b. Semua muslim harus bersatu melawan orang yang berbuat jahat.
c. Jika ada perselisihan harus diselesaikan sesuai perintah Allah dan Nabi

  • Kondisi penduduk Madinah yang masih musyrik

Penduduk Madinah yang belum masuk Islam ada yang tidak memusuhi orang islam dan akhirnya masuk islam, namun ada yang memusuhi secara sembunyi- sembunyi. Sebelum datang nabi Muhamad, Abdullah bin Ubay akan diangkat menjadi pemimpin oleh penduduk Madinah. Setelah datang nabi, penduduk Madinah berubah pikiran, tidak jadi mengangkat Abdulah bin Ubay menjadi pemimpin tetapi lebih memilih nabi Muhammad menjadi pemimpin mereka, maka Abdullahbn Ubay benci terhadap nabi namun tidak berani menampakkannya. Abdullah bin Ubay pura-pura masuk islam, suka menghasut orang agar memusuhi nabi & semua orang Islam, suka bekerjasama dengan orang kafir dalam memusuhi orang islam.

  • Kondisi penduduk Madinah yang beragama Yahudi

Di Madinah juga tinggal bangsa dari Israel yang beragama Yahudi, yang senang meramal nasib & melakukan sihir, mengambil harta orang lain denga riba dan suka membuat pertengkaran(mengadu domba). Mereka sangat benci Islam menjadi kuat di Madinah, maka mereka selalu mencari kesempatan untuk mengganggu orang Islam.

Untuk mengatasi masalah ini nabi sebagai pemimpin di Madinah lebih bersikap lembut. Nab mengadakan perjanjian damai dengan yahudi sbb:

    1. Yahudi dan muslim beribadah sesuai agama masing-masing,menanggung nafkah masing-masing
    2. Yahudi dan muslim harus saling berbuat baik dan bersama-sama menghadapi musuh yang mengganggu penduduk Madinah, tidak boleh melindungi musuh.
    3. Jika ada masalah diselesaian sesuai petunjuk nabi.
    4. Madinah adalah kota yang dianggap suci oleh setiap orang yang menyetujui perjanjian ini.
  1. Teror Quraisy kepada kaum muslimin

Setelah orang Quraisy berhasil menyiksa, merampas harta, tanah, dan tempat tinggal orang Islam Mekah, mereka masih berusaha mengejar orang Islam yang melarikan diri(hijrah ke Madinah). Setelah mereka tidak berhasil mengejarnya, maka orang2 Quraisy berusaha membujuk semua bangsa agar memusuhi penduduk Madinah, memboikot penduduk Madinah. Orang kafir Quraisy menulis surat kepada Abdullah bin Ubay & teman2nya agar mengusir muhajirin dari Madinah, namun Abdullah bin Ubay takut melakukannya, maka orang kafir Quraisy mengirim utusan ke Madinah bahwa mereka akan diperangi.

  1. Perintah Perang

Allah menurunkan ayat Alqur’an tentang diijinkan berperang bagi orang2 yang diperangi. Dalam menghadapi masalah tersebut, nabi ingin menunjukkan kekuasaan terhadap jalur perdagangan Quraisy yang mengambil rute dari Mekah ke Syam. Nabi segera mengadakan kerjasama dengan penduduk yang berdekatan dengan jalur tsb , membuat perjanjian damai seperti dengan yahudi. Nabi juga mengirim pasukan secara terus menerus dan bergilir. Pasukan2 itu menghadang, menyerang, menawan rombongan dagang Quraisy beserta barang dagangannya yang akan ke Syam atau yang pulang dari Syam. Pasukan2 itu juga mengadakan kerjasama dan perjanjian damai dengan semua penduduk di sepanjang jalur yang dilewati pedagang Quraisy.

  1. Perang Badr.

Kafilah dagang Qurasy yang dipimpin Abu sufyan membawa harta yang sangat banyak dari Syam hendak pulang ke Mekah. Mereka harus melewati jalur yang telah dikuasai pasukan islam. Abu sufyan segera mengirim utusan ke Quraisy agar mengirim pasukan untuk membantu menyelamatkan kafilah dagang & menghadapi pasukan islam. Nabi beserta 300 pasukannya menuju Badr hendak menghadang kafilah dagang Quraisy. Sesampai di Badr ternyata kafilah tersebut telah mendahului, lolos dari kejaran. Quraisy mengirim 1000 pasukan menuju Badr untuk memerangi nabi beserta pasukannya.

Nabi membawa pasukannya ke mata air Badr, menimbun kolam2 dibelakang mereka dan membuat kolam khusus untuk pasukan islam. Sesampai pasukan Quraisy di Badr, mereka tidak bisa menemukan kolam air kecuali kolam yang berdekatan dengan pasukan islam. Setiap kali pasukan Quraisy mendekat kolam untuk mengambil air, langsung dibunuh. Pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahl marah, mereka menyerang pasukan islam. Pasukan Nabi bertempur sambil terus berdoa agar Allah memberi pertolongan, kemudian Allah mengirim malaikat untuk memerangi pasukan Quraisy. Abu Jahl dan 70 pasukannya terbunuh, maka pasukan Quraisy semakin ketakutan melihat keberanian pasukan islam, sehingga mereka semua melarikan diri dari medan pertempuran, namun pasukan islam berhasil menawan 70 pasukan quraisy. Pasukan Islam 300 bisa mengalahkan 1000 pasukan Quraisy dengan pertolongan Allah.

  1. Perang Uhud

Setelah kalah dalam perang Badr, orang2 Quraisy mengumpulkan harta dan menyiapkan pasukan lagi untuk memerangi nabi. Satu tahun kemudian 3000 pasukan Quraisy dipimpin Abu Sufyan menuju daerah dekat bukit Uhud, sebelah utara Madinah. Nabi beserta 1000 pasukannya menuju daerah bukit Uhud untuk melawan Quraisy. Nabi menyuruh pasukan pemanah berada di atas bukit melindungi pasukan islam yang sedang bertempur, dan tidak diijinkan turun dari bukit sebelum ada perintah nabi. Sebelah kanan pasukan islam ada bukit, sebelah kirinya ada tebing, dibelakangnya ada pasukan pemanah sehingga pasukan Quraisy tidak bisa menyerang kecuali dari depan.

Pasukan Quraisy bertempur melawan pasukan islam dengan pedang, sedang pasukan pemanah di bukit Uhud menghujani anak panah kepada pasukan Quraisy yang mendekati pasukan islam. Pasukan Qurasy kalah, mereka hendak melarikan diri dari pertempuran dengan meninggalkan harta yang banyak. Pasukan islam segera mengejar dan mengumpulkan harta rampasan perang. Melihat hal tersebut pasukan pemanah tergerak hatinya untuk ikut mengumpulkan harta rampasan. Walaupun komandan pasukan pemanah memperingatkan agar tidak meninggalkan bukit sebelum ada perintah dari nabi, namun sebagian besar tidak memperdulikan peringatan itu, mereka turun dari bukit dan mengumpulkan harta rampasan.

Melihat pasukan pemanah turun dari bukit, Khalid bin Walid pemimpin Pasukan berkuda Quraisy membawa pasukannya mengambil jalan memutar hingga tiba di belakang pasukan islam, menyerang pasukan islam dari arah belakang, sambil berteriak2 sehingga pasukan Quraisy yang hendak melarikan diri, mereka berkumpul kembali, menyerang pasukan islam. Pasukan islam yang sedang mengumpulkan harta rampasan kaget mendapat serangan mendadak, mereka bercampur baur dengan pasukan Quraisy, panik sehingga kadang orang islam membunuh orang islam yang lain tanpa sengaja.

Nabi dan beberapa pasukan terus bertempur, sambil mundur ke jalan bukit untuk mengatur kembali pasukannya. Pasukan Quraisy menyangka bahwa mereka telah berhasil membunuh nabi sehingga mereka meninggalkan medan pertempuran menuju Mekah.

Nabi mengubur para syuhada, kemudian kembali ke Madinah. Esok harinya pasukan islam berangkat mengejar pasukan Quraisy untuk mencegah pasukan Quraisy menyerang kembali Madinah. Abu sufyan yang semula berniat menyerang kembali Mekah, setelah mendengar bahwa pasukan nabi menyusul mereka dengan kekuatan yang lebih besar, maka mereka menggagalkan rencanamya dan memilih pulang ke Mekah. Dalam perang uhud ini tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah

  1. Penghianatan Yahudi & gangguan arab badui kepada orang islam

Setelah peristiwa perang uhud, orang yahudi yang sebelumnya telah ada perjanjian damai dengan nabi, mulai menampakkan permusuhannya. Yahudi di kampung Bani Nadhir berencana memerangi orang islam bahkan berencana membunuh nabi dengan menjatuhkan batu penggiling saat nabi bersandar di sebuah rumah di kampung bani nadhir. Mereka naik atap rumah membawa batu penggiling, sebelum menjatuhkan tepat di atas kepala nabi, Jibril memberitahu nabi. Seketika itu nabi bangkit dan pulang ke Madinah. Nabi mengusir mereka dari Madinah, namun mereka justru melawan, maka nabi mengepung mereka sampai mereka menyerah dan pergi meninggalkan Madinah.

Setelah peristiwa perang uhud, orang arab badui juga mulai berani mengganggu muslimin dengan merampok, membangkang bahkan berniat menyerang Madinah. Nabi segera datang membawa pasukan tersebut ke pedalaman tempat tinggal arab badui. Setelah melihat kedatangan pasukan islam, arab badui yang keras kepala itu lari ketakutan, bersembunyi di puncak2 bukit. Setiap nabi mendengar ada suatu daerah akan mengganggu/menyerang Madinah maka beliau segera mengirim pasukan ke daerah tersebut, setelah melihat kedatangan pasukan islam mereka lari ketakutan dan mengaggalkan rencana buruknya.

  1. Perang parit/ahzab/khondag

Orang yahudi yang diusir dari Madinah mendatangi Quraisy, membangkitkan semangat Quraisy agar menyerang nabi lagi & berjanji akan membantu. Orang2 yahudi tsb juga mendatangi daerah2 yang dihuni yahudi yang memusuhi islam agar mau bersatu dg Quraisy dalam menyerang Madinah. Mereka berhasil menghimpun 10.000 pasukan dan bergerak menuju Madinah.

Nabi segera mengadakan rapat dengan para sahabat dalam menghadapi musuh yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah penduduk Madinah. Karena Madinah dikelilingi gunung2 tanah2 kasar , bebatuan, dan kebun2 kurma disemua sudutnya kecuali bagian utara, maka nabi menerima usulan Salman Al Farisi agar membuat parit di sepanjang utara Madinah.

3.000 Pasukan Islam menghadang 10.000 pasukan musuh di depan parit. Ketika pasukan musuh datang mereka kaget melihat parit panjang yang menghalangi mereka mendekati pasukan islam. Mereka marah, mereka terus berusaha membuat jembatan penyeberangan, pasukan islam terus memanah pasukan musuh yang mendekati parit. Pasukan musuh yang nekat masuk parit langsung dikepung & disabet dengan pedang.

Beberapa hari nabi memimpin pasukan menghadapi musuh, sedang yahudi bani Quraizhah melanggar perjanjian damai, mereka mengirim bantuan kepada pasukan musuh. Wanita & anak2 ditempatkan dalam penampungan tanpa ada laki2 yang menjaganya. Sofiyah bibi nabi melihat yahudi mengelilingi benteng wanita. Diam2 beliau mengambil tiang dari kayu, turun dari benteng mendekati yahudi tsb & memukulnya dg keras. Yahudi itu mati, orang2 yahudi lain tidak tahu kalau yang membunuh adalah wanita, mereka menyangka bahwa benteng penampungan wanita dan anak2 dijaga ketat oleh pasukan islam, sehingga mereka tidak berani mendekati benteng tsb.

Nabi mengutus seorang sahabat agar menyusup ke tengah musuh & membuat musuh agar saling bertengkar( mengadu domba). Sahabat tsb dahulu yahudi, ia masuk islam sedang orang yahudi lain tidak mengetahui sehingga mereka tidak sadar jika sedang diadu domba. Sahabat tsb berkata:” teman2, ini negeri kalian, jika pasukan islam menang, Quraisy akan pergi meninggalkan kalian & membiarkan kalian dihabisi pasukan islam, maka janganlah kalian mau diajak berperang melawan pasukan islam kecuali Quraisy mau memberi jaminan”. Kemudian sahabat itu mendatangi Quraisy, berkata: “Orang2 yahudi menyesal telah melanggar janji dengan Muhammad, mereka akan meminta jaminan kepada kalian dan menyerahkannya kepada Muhammad dan meninggalkan kalian”. Akhirnya pasukan musuh saling bertengkar & hilang semangat berperang.

Sebulan Madinah di kepung musuh. Nabi terus berdoa mohon pertolongan kepada Allah, maka Allah menimpakan angin topan kepada musuh, kemah2 mereka ambruk, Allah juga menyusupkan kedalam hati musuh kekacauan & rasa takut. Akhirnya musuh meninggalkan Madinah.

  1. Perang Bani Quraizhah

Sepulang dari perang parit, malaikat mendatangi nabi & memerintahkan agar berangkat memerangi yahudi yang telah melanggar janji, di kampung bani Quraidzah. Sampai di sana nabi menawarkan mereka agar masuk islam sehingga harta & keluarga mereka selamat, mereka menolak & memilih perang. Mereka dikepung dan kalah, laki2nya dibunuh, wanita & anak2 ditawan, tanah & harta bendanya dibagikan kepada pasukan islam.

  1. Perjanjian Hudaibiyah

Keadaan Madinah mulai aman. Nabi bermimpi umroh bersama para sahabat. Nabi menyampaikan mimpi tsb kepada para sahabat, maka mereka bersiap2 berangkat menuju Mekah. Nabi berangkat bersama 1500 sahabat. Sesampai di Hudaibiyah, datang utusan Quraisy menemui nabi. Quraisy melarang nabi beserta sahabatnya masuk Mekah, maka nabi mengutus Ustman bin Affan agar menyampaikan kepada Quraisy bahwa kedatangan nabi bukan untuk perang, namun untuk umroh. Akhirnya Quraisy mengirim utusan untuk membuat perjanjian damai, yang dikenal dengan perjanjian Hudaibiyah.

Isi Perjanjian hudaibiyah:

    1. Nabi dan para sahabat tidak boleh masuk Mekah tahun ini, diijinkan masuk Mekah tahun depan
    2. Siapapun boleh bergabung dengan nabi, boleh juga berrgabung dengan Quraisy
    3. Gencatan senjata selama 10 tahun(tidak boleh saling menyerang)
    4. Orang Quraisy yang melarikan diri ke nabi harus dikembalikan kepada Quraisy,
    5. Orang Islam yang melarikan diri ke Quraisy tidak boleh dikembalikan ke Madinah
  1. Dampak setelah adanya perjanjian Hudaibiyah:
    1. Orang bebas masuk Islam tanpa gangguan Quraisy sehingga jumlah orang Islam semakin banyak
    2. Nabi selalu menepati janji untuk mengembalikan orang Quraisy yang melarikan diri menuju nabi,maka orang Islam Quraisy yang melarikan diri berkumpul di sebuah tempat yang biasa dilalui kafilah pedagang Quraisy, kemudian menghadang dan menangkap setiap kafilah dagang Quraisy yang melewatinya. Akibatnya orang Quraisy ketakutan sehingga mereka membolehkan orang Islam Quraisy menyusul nabi ke Madinah
    3. Nabi bebas menyebarkan ajaran Islam ke seluruh penjuru dunia tanpa gangguan Quraisy. Nabi bisa mengirim surat ke para raja agar masuk Islam. Nabi mengirim surat kepada:
      1. Raja Habasyah : Najasyi Al Asham
      2. Raja Mesir : Muqauqis
      3. Raja Persia : Kisra
      4. Raja Romawi : Kaisar Heraklius

dan masih banyak lagi surat nabi kepada para raja yang lain, diantara mereka ada yang menolak masuk islam dan memerangi nabi, ada yang menerima islam dan mengikuti ajaran nabi, ada yang tidak menolak namun tidak mau masuk islam dan bersedia membayar jizyah sebagai jaminan keamanan

  1. Perang Kaibar & Umroh Qodho’

Yahudi di Kaibar benci dengan muslimin di Madinah, mereka mengumpulkan pasukan untuk memerangi Madinah, maka nabi bersama 1400 pasukan datang ke Kaibar. Nabi tiba di kaibar di malam hari, namun beliau tidak menyerang kaibar sebelum datang waktu subuh. Esok hari penduduk kaibar beraktifitas seperti biasa, keluar dari rumah menuju kebun. Mereka kaget melihat kedatangan pasukan islam. Kaibar terdapat 8 benteng, nabi menyerbu benteng yang paling banyak pembesar yahudinya, setelah dapat ditaklukkan nabi pindah ke benteng berikutnya sampai semua benteng dapat ditaklukkan. Akhirnya Yahudi bersedia mengadakan perjanjian damai, bahwa wanita & anak2 ditawan, semua harta benda & tanah diserahkan kepada pasukan islam, laki2 mengurus kebun dan diberi bagian dari hasil kebunnya. Sebelum penaklukan kaibar muslimin tidak pernah kenyang makan kurma

Nabi membebaskan tawanan sofiyah binti Huyai anak pembesar Yahudi, sofiyah mau masuk islam, kemudian nabi menikah dengannya.

Di Kaibar nabi diberi hidangan paha kambing oleh Zaenab binti Al Harits. Setelah menggigitnya nabi memuntahkannya & bersabda: ”Tulang ini mengabarkan kepadaku bahwa di dalam dagingnya disusupi racun”. Ada sahabat yang ikut makan sehingga mati maka Zaenab dibunuh sebagai Qishosh.

Setelah yahudi di Kaibar menyerah maka daerah yahudi di sekitar kaibar yang juga memusuhi islam diperangi oleh nabi, mereka kalah, menyerah, bersedia damai & membayar jizyah. Kemudian nabi pulang ke Madinah. Bulan Dzulqoidah nabi dan para sahabat berangkat ke Mekah untuk umroh Qodho’.

  1. Perang Mut’ah

Nabi mengirim utusan untuk menyampaikan surat kepada pemimpin Bushro, ditengah jalan utusan itu ditangkap orang Romawi kemudian dibawa dihadapan kaisar Heraklius kemudian dipotong lehernya, maka nabi marah, sebab membunuh utusan sama artinya mengumumkan perang. Nabi mengirim 3000 pasukan untuk perang melawan Romawi. Saat itu negeri Romawi adalah negeri yang paling kuat yang ditakuti negeri2 lainnya.

Saat itu Khalid bin Walid sudah masuk islam, beliau ikut dalam Pasukan islam bergerak menuju Mut’ah & bermarkas disana, kemudian datang 200.000 pasukan Romawi. 3000 pasukan islam bertempur melawan 200.000 pasukan Romawi. Bendera islam dipegang Zaid, setelah Zaid terbunuh bendera dipegang Ja’far, setelah Ja’far terbunuh bendera dipegang oleh Khalid bin Walid. Dalam menghadapi pasukan Romawi yang jumlahnya sangat banyak itu Khalid bin Walid terus bertempur sambil mengatur siasat. Pasukan yang semula dibagian belakang pindah ke depan, yang semula di sebelah kiri pindah di sebelah kanan. Pasukan Romawi menyangka bahwa pasukan islam mendapat bantuan tentara, mereka ketakutan tidak berani bergerak maju melawan pasukan islam yang bergerak mundur, akhirnya pasukan Romawi mundur dan pulang ke negerinya. Dengan tersiarnya berita mundurnya pasukan Romawi ini menjadikan manusia kagum dengan Islam dan semakin banyak penduduk yang sebelumnya memusuhi islam berubah senang & masuk islam.

  1. Penaklukan Mekah

Bani Bakr yang berpihak dengan Quraisy menyerang Bani Khuza’ah yang berpihak kepada nabi. Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah, mereka mengirim bantuan kepada bani Bakr memerangi bani Khuza’ah. Bani Khuza’ah mengirim utusan kepada nabi untuk memberitahukan pelanggaran Quraisy, maka nabi mempersiapkan pasukan untuk memerangi Quraisy.

Setelah pelanggaran itu Quraisy takut menghadapi akibatnya, maka Abu Sofyan pemimpin Quraisy pergi ke Madinah untuk menemui nabi & memperbaharui perjanjian. Setelah berbicara banyak dengan nabi, ternyata nabi tidak menghiraukannya, kemudian Abu Sofyan menemui Abu Bakar, kemudian Umar, tidak dihiraukan juga. Abu Sofyan sangat sedih, ia mendatangi Ali kemudian disarankan agar memberikan perlindungan kepada orang2, maka Abu Sufyan datang ke Masjid nabi dan berkata: “Wahai semua orang, aku telah memberi perlindungan diantara orang2”, kemudian ia naik ontanya lalu pulang ke Madinah.

Nabi merahasiakan keberangkatannya ke Mekah bersama 10.000 pasukan islam. Sebelum sampai di Mekah Abu sufyan menemui nabi & menyatakan masuk islam. Nabi berpesan kepada Abu Sufyan bahwa barang siapa masuk rumah Abu Sufyan ia aman, barang siapa masuk rumah & pintunya ditutup ia aman, barang siapa masuk masjid maka ia aman, kemudian Abu sufyan datang ke Mekah menemui Quraisy & berkata:” Wahai semua orang Quraisy, Muhammad telah datang & kalian tidak akan sanggup menghadapinya”, kemudian ia menyampaikan pesan nabi.

Orang2 Quraisy ketakutan, mereka segera menyelamatkan diri dengan masuk rumah menutup pintu, ada yang masuk masjid dan ada yang masuk rumah Abu Sufyan, hanya sedikit yang nekat menghadang pasukan islam dan akhinya mereka terbunuh, ada juga yang melarikan diri.

Pasukan islam memasuki Masjidil Haram, nabi mencium hajar aswad, thawaf, masuk ke dalam ka’bah, menyuruh sahabat untuk menghancurkan gambar (nabi Ibrohim & nabi Ismail yang sedang mengundi anak panah) dan patung yang berjumlah 360 dari masjidil haram. Setelah itu nabi sholat dan berpidato dihadapan para sahabat dan orang2 Quraisy. Nabi juga membunuh 9 orang Quraisy sebagai penjahat perang. Pasukan islam berada di Mekah selama 19 hari, menyuruh kepada yang telah masuk islam agar merobohkan patung2 di rumah2 mereka, kemudian nabi meninggalkan Mekah dengan 12.000 pasukan islam menuju Hunain untuk memerangi orang2 yang memusuhi islam.

  1. Perang Hunain

Sebagian Pasukan islam lupa bahwa kemenangan hanya dengan pertolongan Allah, bukan karena jumlah yang banyak, mereka berkata:”Sekarang kita tidak mungkin bisa dikalahkan”.

Pasukan islam tiba di Hunain malam hari. Sebelum subuh tiba2 pasukan islam dihujani anak panah sehingga banyak diantara mereka mundur hendak melarikan diri. Pasukan islam tidak mengetahui bahwa musuh telah datang terlebih dulu dan mengincar mereka. Nabi memacu baghalnya menuju musuh sambil bersabda: akulah sang nabi, dan ini bukan pembohong”. Al Abbas berteriak:” manakah orang yang berikrar di bawah pohon?”, mendengar seruan tsb pasukan islam langsung lari menuju nabi & ikut berperang melawan musuh sampai musuh kalah. Pasukan islam mengumpulkan harta rampasan perang kemudian nabi membagikan kepada pasukan islam. Orang yang bau masuk islam & hatinya masih lemah diberi lebih dulu & lebih banyak. Abu Sufyan & Pembesar2 Quraisy lainnya masing2 diberi 100 ekor onta dan uang, selain pembesar mendapat 50 ekor onta, ada yang 40 ekor dan ada yang kurang dari itu.

Orang anshor tidak mendapat bagian sedikitpun dari harta rampasan perang hunain karena nabi percaya dengan dengan kekuatan iman mereka, namun orang anshor ada yang belum faham maksud nabi melakukan itu sehingga timbul pembicaraan & prasangka tidak baik kepada nabi. Pembicaraan tsb sampai kepada nabi, maka nabi menyuruh semua orang anshor berkumpul di suatu kandang & tidak membolehkan selain mereka masuk. Nabi:”wahai semua orang anshor, ada pembicaraan kalian yang aku dengar & ada perasaan kalian yang mengganjal terhadapku. Bukankah dulu aku datang kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah memberimu petunjuk?, kalian dulu miskin lalu Allah membuatmu kaya?, kalian dulu bertengkar kemudian Allah menyatukan hatimu?…Kalian bisa mengatakan kepadaku:”engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan & kamilah yang membenarkan, engkau datang dalam keadaan lemah & kamilah yang menolongmu, engkau terusir & kamilah yang memberimu tempat,….Wahai semua orang anshor, apakah hati kalian masih menginginkan keduniaan, yang dengan keduniaan itu aku hendak mengambil hati orang agar mau masuk islam, sedang terhadap imanmu aku sudah percaya?……wahai semua orang anshor, apakah kalian tidak rela orang lain membawa domba & onta sedang kalian membawa Rosul Allah ke tempat tinggal kalian?…Kalau bukan karena hijrah tentu aku termasuk orang2 anshor, jika orang lain berjalan di suatu celah gunung sedang kalian berjalan di celah yang lain tentu aku memilih celah kalian. Ya Allah rahmatilah orang2 anshor, anak2 & cucu2 mereka”. Akhirnya semua orang anshor terus menangis & berkata:” wahai nabi, kami ridho kepadamu dalam pembagian ini”

Setelah masalah selesai, nabi beserta pasukan ke Mekah untuk umroh kemudian pulang ke Madinah

  1. Perang Tabuk

Setahun setelah perang mut’ah, datang kabar kepada nabi bahwa Romawi akan menyerang Madinah lagi. Saat itu musim kemarau yang amat panas & kering, penduduk sedang sibuk memanen buah. Nabi mengumumkan kepada semua orang islam agar bersiap2 untuk perang & menyumbangkan hartanya untuk bekal perang, maka Ustman bin Affan menyumbang 1000 ekor onta beserta muatannya, Abu bakar, Umar, Abdurrahman bin Auf dan orang2 kaya lainnya juga menyumbang harta yang sangat banyak, para wanita menyumbang perhiasannya.

Nabi menuju Tabuk dengan 30.000 pasukan, jumlah pasukan tidak seimbang dengan jumlah bekal yang dibawa, hingga mereka memakan daun2an yang ditemui untuk mengganjal perutnya. Sesampai di Tabuk, nabi berpidato kepada pasukan, sehingga pasukan islam bersemangat peran menghadapi pasukan Romawi. Ketika pasukan Romawi mendengar bahwa nabi telah mempersiapkan pasukan, mereka justru ketakutan, tidak berani maju. Mereka kembali ke tempat tinggal masing2, bahkan sebagian besar pemimpin yang sebelumnya bergabung dengan Romawi, menyerahkan diri kepada nabi membuat perjanjian damai dan bersama penduduknya siap membayar jizyah, sehingga wilayah kekuasaan islam semakin hari semakin bertambah luas. Nabi berada di Tabuk selama 20 hari, kemudian pulang dengan membawa kemenangan.

Perang Tabuk ini diwajibkan bagi semua muslim laki2. Sepulang dari Tabuk ada 80 orang munafik mendatangi nabi mencari2 alasan tidak ikut perang, dan 3 orang yang jujur mengakui kesalahannya tidak ikut perang karena malas, maka 3 orang tersebut dihukum dengan dikucilkan oleh semua orang islam termasuk oleh istri & anak2nya. 50 hari Kemudian Allah menurunkan ayat Alqur’an bahwa taubat mereka diterima Allah, maka kaum muslimin ikut gembira & memberi ucapan selamat kepada 3 orang tsb.

  1. Haji Wada’ & wafatnya nabi

Setelah menang dalam perang Tabuk, para pemimpin dari berbagai daerah di Arab mengirim utusan untuk menyatakan keislamannya, manusia berbondong2 masuk agama islam. Nabi menyiarkan bahwa beliau akan pergi haji, maka orang2 islam banyak yang ikut. Di Ka’bah nabi pidato panjang lebar, kemudian turun ayat: “ pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah kuridhoi islam menjadi agamamu”. Mendengar ayat itu Umar bin Khathab menangis karena ayat tsb sebagai isyarat akan berpisah dengan nabi untuk selama2nya. Setelah selesai haji, nabi dan rombongan pulang ke Madinah.

Di bulan Ramadhan tahun ke 10 setelah hijrah, nabi i’tikaf selama 20 hari, malaikat jibril mengecek hafalan/bacaan Alqur’an nabi 2 kali. Sebelumnya nabi i’tikaf di bulan Ramadhan selama 10 hari.

Hari senin 10 H nabi ikut mengantar jenazah ke kuburan Baqi’, dalam perjalanan pulang nabi merasa pusing dan panas tinggi.

Hari Rabu nabi masih panas tinggi sampai menggigil, nabi minta tubuhnya diguyur air agar bisa bertemu para sahabat untuk memberi nasehat. Setelah agak ringan nabi masuk masjid duduk di mimbar bersabda :” Janganlah kalian menjadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah”, “kutukan Allah kepada Yahudi dan nasrani karena mereka menjadikan kuburan nabi sebagai masjid”, “barangsiapa pernah kupukul, sekarang balaslah, barangsiapa yang kehormatannya pernah kurendahkan maka sekarang balaslah”. Nabi turun dari mimbar kemudian sholat Dzuhur, setelah itu naik mimbar lagi memberi banyak nasehat, beliau juga bersabda:” orang yang paling banyak memberi perlindungan dan bantuan kepadaku adalah Abu Bakar, Andai aku boleh mengambil seorang kekasih selain Robb-ku niscaya aku mengambil Abu Bakar sebagai kekasihku”.

Hari Kamis nabi hendak bangun mengimami sholat di masjid, namun nabi tidak kuat bangun kemudian pingsan. Setelah siuman nabi mengirim utusan kepada Abu Bakar agar menjadi imam menggantikan nabi. Sejak itu Abu Bakar menjadi imam bagi kaum muslimin. Sakit nabi semakin parah.

Hari Senin, seminggu setelah sakit nabi wafat di rumah Aisyah. Penduduk Madinah berduka. Abu Bakar datang, memeluk jasad nabi sambil menangis, kemudian keluar dari menemui kerumunan orang2, beliau berkata:” Barangsiapa yang menyembah maka sesungguhnya Muhammad telah meninggal, dan barangsiapa menyembah Allah maka sesungguhnya Allah Maha hidup tidak pernah meninggal”. Hari itu juga kaum muslimin sepakat mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah, memimpin semua urusan kaum muslimin.

Hari Selasa keluarga nabi memandikan jasad nabi, mengkafani dengan kain putih. Abu Bakar berkata:”Sesungguhnya aku pernah mendengar Rosulullah bersabda: ”Tidaklah seorang nabi meninggal dunia melainkan dia dikuburkan di tempat dia meninggal dunia”. Para sahabat segera menyingkirkan tempat tidur nabi lalu menggali liang kubur persis di bawah bekas tempat tidur tersebut. Kaum muslimin masuk kamar Aisyah (yang akan digunakan untuk mengubur nabi tersebut) bergiliran sepuluh2, dan selesai di malam hari, maka malam itu juga nabi di kubur di kamar Aisyah yang berdampingan dengan masjid nabi. Sejak itu Aisyah tidak lagi menempati kamarnya yang telah menjadi tempat kuburan nabi.

Materi untuk usia 2-3 Tahun:

Tema AKU : Kesabaran nabi Ya’kub menghadapi putranya, kehilangan anak dan tertimpa buta matanya.

Tema LINGKUNGANKU : Nabi Yusuf dan saudara-saudaranya.

Tema KEBUTUHANKU : Allah menurunkan makanan di sisi Maryam.

Tema BINATANG : Nabi Sulaiman berbicara dengan binatang.

Tema TANAMAN : Kelahiran nabi Isa di bawah pohon kurma.

Tema BEPERGIAN : Nabi Musa pergi mencari ilmu

Tema PEKERJAAN : Nabi Muhammad pedagang yang jujur.

Tema AIR, UDARA, API : Nabi Ibrohim dibakar api

Tema ALAT KOMUNIKASI : Kesungguhan nabi Zakariya berdoa minta anak

Tema ALAM SEMESTA : Kaum nabi Nuh disiksa dengan banjir

Iklan

7 Komentar »

  1. pristia wardanni Said:

    ass. afwan ukh. ana sring baca tulisan anti. sangat berarti buat ana yg br pertama kali pnya anak. apakah bs dikirimin lewat email tentang kurikulu.m untuk umur 1 samapi 2tahun. ini untuk konsumsi pribadi ukh.

  2. ana minta copy tadi ana izin

  3. muthmainnahd5delima Said:

    izin mengcopy ya umm, jazakillah. BArakallahu fiik

  4. reksa Said:

    assalaamu’alaikm…. izin copy paste ya kang / teh … ;D

  5. UMMI Said:

    IZIN COPAZ YA KAK…

  6. ummu ghozy Said:

    izin copas ya um.. jazaakallooh..

  7. AKAS Said:

    IZIN COPAS YA … JAZAKALLAH


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: