Bermain, Bercerita, Membaca, Horeee aku bisa!! -;cara raihan belajar baca;-

Image

Bismillah,

Kesempatan kali ini  pengen sedikit berbagi tentang sebuah metode ‘Belajar Membaca’ yang disukai Raihan (3y+) di rumah.

Definisi singkat model metode ini adalah belajar membaca dengan bercerita dan melibatkan anak.

 

Latar Belakang

  • Merespon adanya aturan diknas yang melarang pengajaran calistung pada anak usia dini/preschool memakai sistem buku, karena khawatir akan membebani anak. So di sekolah raihan (ibnu abbas) selalu explor metode2 pengajaran calistung dengan bermain yang menyenangkan.
  • Metode ini sebenarnya adapted dari ustadzah Desta ‘Hafiza Alfakeeha’. Metode ini dipakai untuk mengajar siswa di kelasnya (diadaptasi jg oleh guru2lain menyesuiakan jenjang kelas masing2) belajar membaca yang menyenangkan, gak mbosenin apalagi membebani anak.
  • Alasan utama kenapa memilih metode ini buat raihan sebenarnya lbh karena melihat si raihan itu tipikal anak yang hobi banget cerita, komentar, berbahasa dan imajinasinya tinggi -masyaalloh, laahaula walaa quwwata illa billah- maka dengan belajar membaca dgn metode cerita dan bermain ini sangat mengena buat raihan, karena tampaknya bukan tipe pembelajar visual.
  • Kalau raihan baca pake buku (iqra’ atau AISM) baru baca 1 baris udah komentarnya panjang x lebar, akhirnyaa jadi lamaaa waktu belajarnya untuk fokus pada tulisan kembali. misal diajarin baca huruf ‘ta’ tahu. ntar dikomen dulu sama raihan “tahu itu yg aku makan kemarin ya mi, temannya tempe, tahu itu banyak gizinya, besok aku… bla.. bla…bla..” itu baru satu suku kata, nah kalo sehalaman buku itu? Bisa dibayangkan asiknya ndengarin komen raihan.

 

Peralatan yang diperlukan:

  • Kartu huruf (berkarakter)

Yaitu kartu huruf/sukukata yang akan kita ajarkan (disesuaikan dengan target yg akan dicapai dan kemampuan anak)

kartu ini bisa bikin sendiri, bahannya juga fleksibel seadanya (kardus bekas hajatan, kardus susu, kotak kue, dll).

Klo ummu raihan biasanya bikin dari karton tebal dipotong berukuran 10×10 cm. Ditulis dg marker atau diprint. Satu kartu satu huruf/suku kata, misal: satu kartu untuk ‘ba’

 

Kartu berkarakter?

Maksudnya kartu ini memiliki bentuk bentuk yang berbeda yaitu benda2 yang dekat/familiar dgn anak, misal untuk suku kata ‘ba’ kita tulis pada kartu berbentuk baju, contohnya kayak dibawah ini kira2:

 

    

 

Kartu2 ni diberi perekat dibagian belakangnya, misal pake isolasi atau magnet (yg memungkinkan kartu tsb dpt leluasa dipindah2/ tidak permanen nempel)  

  • Papan untuk melekatkan kartu.

==> Bisa papan flanel, bisa whiteboard, bisa dilantai, dikaca, kulkas atau ditembok menyesuaikan jenis perekat. 

  • Modal lain lagi adalah kemampuan cerita kita pengajarnya.
  •  Atribut lain bisa menyesuaikan barang2 disekitar.

Kayaknya peralatnnya udah itu aja, simple kan?

Naah penasaran kan dgn metodenya?

 

Metode Belajar

Begini ibu ibu…

  • Siapkan kartu

===>> misal hari ini kita mau belajar huruf ‘ba’ ‘bi’, dan ‘bu’. maka kita siapkan kartu tempel ‘ba’ ‘bi’, dan ‘bu seperti diatas tadi dan satu lagi kartu bertulis nama anak kita (tujuannya biar anak bener2 terlibat dlm alur ceritanya jadi dia lebih konsen dan senang).

Misal ini   karena raihan suka warna hijau dan mobil.

Jadi pada pertemuan ini kita punya 4 kartu ‘ba’ ‘bi’, ‘bu’, dan ‘raihan’.

  • Persiapkan alur ceritanya, kalau lagi di dapur ya alurnya tentang makanan,minuman.
  • Kemudian perkenalkan kartu tersebut dengan metode menyapa

Pertama kartu bertulis nama raihan ditempel di papan. Lalu datang kartu ‘ba’ “assalamu’alaikum raihan, perkenalkan aku ‘ba’, aku mau jadi temanmu boleh ndak?” Biarkan raihan yang jawab, demikian seterusnya sampai kartu habis.

Nb: boleh memerankan kartu menjadi teman, saudara, kakak, dll.

  • Minta anak mengulang menyebutkan dan menunjuk, siapa saja tadi nama teman nya yang datang (ba, bi, dan bu). awalnya kadang anak masih lupa cara baca simbol2 huruf tadi, atau kebalik-balik. Ndak papa, kita sebut saja yang benar. Kita masih akan berulang kali menyebut masing2 nama temannya itu, sampai anak hafal benar siapa saja temannya (kartu) yang dipelajari hari ini.
  • Ummu raihan kasih contoh ya alur ceritanya.

Setelah berkenalan, dan anak mengulang menyebut nama2 suku kata tadi,

masuklah kita ke cerita,

‘ba’ : “eh raihan aku lapar nih”

‘bi’ : “aku juga lapar raihan,

‘bu’ : “aku tidak lapar

(kita pisahkan penempelan ‘ba’ dan ‘bi’ yang lapar, dan ‘bu’ disendirikan karena tidak lapar)

Kemudian kita tanya ke anak, siapa tadi teman yang lapar? siapa teman yang tidak lapar?

jika anak dapat menjawab dgn tepat ‘ba’ dan ‘bi’ yang lapar, ‘bu’ tidak lapar berarti anak sudah faham cara baca simbol huruf tadi.

 

Oia, untuk memudahkan anak, kita bisa memberi kata kunci misal “yang punya lilin ini namanya ‘bi’, yang punya gelas namanya ‘bu'” jadi ketika anak lupa simbol ‘bi’ cukup kita ingatkan “siapa tadi yang punya lilin?”.

 

Kalau anak sudah faham benar simbol huruf sebenarnya ini sudah cukup memenuhi target untuk mengenalkan suku kata tersebut. Ceritanya tidak perlu panjang2.

Tapi jika pada satu penggal cerita tadi anak masih kebalik2 ya kita teruskan ceritanya sampai anak hafal.

(tetap perhatikan tanda2 kebosanan anak, jangan dilanjut jika anak bosan atau lelah, karena membuat anak jadi kurang suka metode ini. Buat alur yang semenarik mungkin agar anak tetap bahagia dlm belajar ini).

 

Cerita selanjutnya mungkin bisa begini.

Karena ‘ba’ dan ‘bi’ lapar, maka raihan dan ‘bu’ membantu menyiapkan makanan untuk ‘ba’ dan ‘bi’ karena menjamu tamu itu kan pahalanya besar ya, Alloh cinta kalo raihan menjamu tamu (selalu selipkan pesan2 moral dalam alur cerita, agar sekalian mengajarkan adab kan!?)

Coba raihan kalau mau bikin kue pake apa saja ya? -suruh raihan menunjuk alat dapur yang bisa digunakan membuat kue (kalau raihan mesti dipegang n diturun2in. gak cuma ditunjuk aja he he), atau bisa juga bukan bikin kue, tapi bikin teh, masak nasi dll. Ini adalah pelibatan motorik dalam metode belajar ini.

 

Tanya lagi ke anak. siapa teman yang bantu bikin makanan? siapa teman yang duduk di ruang tamu? amati lagi apakah anak udah faham suku kata yang dipelajari hari ini?

 

Begituuuu seterusnya, dikembangkan sendiri ceritanya ya! Settingnya, alurnya usahakan adalah aktivitas sehari2 si anak, jadi bukan mengada ada misal ‘ba’ bisa terbang, ‘bu’ punya tongkat ajaib, dll

  • Urutan pengenalan huruf dan jumlah kartu tiap pertemuan juga fleksibel sesuai kemampuan anak

Dimulai dengan a, i, u, e, o lalu ba, bi, bu, be, bo lalu ca, ci, cu, ce, co dst.

Untuk pemula anda bisa mengenalkan 2 kartu dulu saja ‘a’ dan ‘i’ misalnya. kalau udah lancar baru  u, e jangan lupa munculkan kartu a dan i yang udah dipelajari terdahulu untuk murojaah, tapi berperan sebagai pemain figuran saja.

  • Setelah selesai belajar, tempelkan kartu huruf tersebut ditempat yang mudah dilihat anak setiap saat, misal di kamarnya ato diruang belajar agar simbol2 huruf nya akrab dan lekat dlm memori anak
  • Semakin menarik cerita kita, semakin anak banyak terlibat dalam cerita tsb akan semakin berkesan huruf2 yang dipelajari saat itu.
  • Saat membuat alur cerita usahakan selalu mengaitkannya dengan adab islam, agar anak juga murojaah penerapan adab2 yg telah dipelajari. misal bercerita tentang raihan, ca, ci, cu, ce, co berdoa keluar rumah, masuk rumah, turun hujan,dll. terutama yang jarang kita aplikasikan sehari2 spt doa mendengar petir, doa menjenguk orang sakit, doa mendengar kokok ayam, dll

      

  • Kaitkan juga dengan penanaman karakter dan akhlaq mulia, misal raihan menolong ‘ga’ dan ‘gi’ yang jatuh di jalan, raihan merawat  ‘fa’ dan ‘fi’ yang sakit, raihan memberi nasihat pada ‘da’, ‘di’ ‘du’ ‘de’. dll
  • Bisa juga diselipkan candaan ringan yang mubah, tidak ada unsur bohong dan berlebihan agar lebih menyegarkan suasana, misal: ‘ba’ dan ‘bu’ ngumpet di balik panci. ‘ba’ bingung mencari. siapa tadi yg ngumpet? siapa yang mencari?
  • Metode ini bisa juga lho untuk belajar angka dan huruf hijaiyah. caranya sama

 

  • Mungkin untuk metode ini dulu yang dibahas, kalau ada tambahan insyaalloh diupdate lagi, atau mungkin ada teman2yang akan urun-urun menambahkan agar metode ini semakin bagus. boleh banget lho…!!
  • Mudahkan metodenya?

Penutup

Metode ini hanyalah salah satu dari inspirasi metode belajar membaca yang sangat  banyak ragamnya. sesuaikan dengan tipe belajar anak kita agar hasil yang diperoleh maksimal.

 

Gunakan setiap kesempatan untuk belajar bersama anak. apalagi untuk kita ibu-ibu yang musti beberes rumah sendiri juga. maka kalau tidak pinter ‘mencuri-curi waktu’ ngajarin anak bisa-bisa kita melewatkan begitu saja kebutuhan belajar anak kita, saking sibuknya dengan urusan domestik ^^

 

SETIAP ANAK ITU CERDAS!!!

 

Jangan lupa selalu berdoa agar dimudahkan Alloh ya!

 

         ———————– SEMOGA BERMANFAAT———————————-

 

Selesai ditulis setelah lewat tengah malam

di baity jannaty

Salatiga, 2 Januari 2012

 
Iklan

1 Komentar »

  1. […] searching di net tentang gaya belajar yang menyenangkan untuk balita. Salah satu yang kudapat ada di sini. Di blog tersebut, digembarkan detail bagaimana belajar membaca dengan cara menyenangkan. Yaitu […]


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: