PILIH SAHABAT BERNUANSA SURGA

Assamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

fiuuuhh…

Ternyata lama juga tidak mampir ke blog ini yaa.. hampir tiga tahun.

Baiklah…

Untuk salam kangen, kali ini kami posting salah satu tulisan kami yang dimuat di majalah Elfata rubrik Oase Sahabat.

semoga bermanfaat..

——–

PILIH SAHABAT BERNUANSA SURGA

Hati Fahrul berdegup kencang, dia sadar betul kali ini sudah terlalu kebablasan. “Ayo lah Rul… lepas dulu baju alim mu.. anggap saja ini refreshing hati!”, Marlan memang piawai urusan rayu-merayu. Fahrul takluk! Hatinya bergejolak, Malu, merasa berdosa dan kenikmatan bercampur jadi satu. Dia tahu benar ini semua diharamkan Allah, tapi jiwanya telah dibungkam oleh tipu daya iblis yang congkak bercokol dihatinya.

—–

Fahrul, sebenarnya adalah seorang yang taat beragama dan rajin menuntut ilmu. Keshalihannya tak diragukan, amat dibanggakan oleh keluarganya. Manisnya iman dan kesejukan dzikrullah menjadi senandung di keseharian keluarga bahagia itu. Hingga pada suatu hari Marlan, sahabat Fahrul semasa SMP datang dalam kehidupan Fahrul. Pelan tapi pasti, Marlan mengajak Fahrul mengenang kembali masa-masa remaja mereka, hura-hura.

Bermula dari sekedar coba-coba, Fahrul mulai kenal game online, sesuatu yang sudah kurang pantas ditekuni orang dewasa seperti Fahrul dan Marlan. Namun, atas nama persahabatan, mereka mencampakkan rasa malu. Kian hari, aktivitas nge-game dan berselancar di dunia maya makin mengasyikkan, bagai mereguk candu makin dinikmati makin membuat ketagihan. Waktu mereka banyak dihabiskan untuk kesia-siaan ini. Kenikmatan beribadah dan menuntut ilmu agama kian terkikis oleh kelalaian dan maksiat.

Hati kecil Fahrul memberontak, namun Marlan cepat menghasud, “Kita rayakan persahabatan kita Rul, tak ada salahnya sesekali bersenang-senang, toh kamu sudah penat bekerja”. Sesekali katanya?! Bahkan ini sudah kali kesekian mereka terjerumus dalam kubangan maksiat yang semakin dalam.

Braaakkkkk….!!

Motor yang ditunggangi Marlan dan Fahrul menabrak mobil yang datang berlawanan ketika mereka mencoba menghindari truk. Tubuh mereka terpelanting, lalu terhempas keras menghantam aspal. Ditengah rasa kesakitan disekujur tubuh, Fahrul bangkit mencari sahabatnya. Sayup-sayup terdengar Marlan mengerang tak terperi, didekatilah sahabatnya itu, bersimbah darah. “Aku tidak kuat lagi Rul, maafkan aku.. maafkan aku..”. Lidah Fahrul kelu melihat kondisi mengenaskan sahabatnya, “Aku sudah memaafkanmu Marlan, sebut asma Allah Laa illaha illallah”. Lisan Marlan tak sedikitpun melafadzkan asma Alah seperti yang dituntunkan Fahrul, Marlan bergumam, “win… win.. win..” Fahrul kalut, “sebut Allah.. Allah.. Allah.. ayo Marlan!” Nafas Marlan tersengal, tubuhnya kian lemah namun tak satupun asma Allah mampu dia ucapkan, “win.. win… wiiiinn”. Marlan meregang nyawa dipangkuan Fahrul. Terguncang jiwa Fahrul menyaksikan kematian tragis sahabatnya. “Win” bukan asma Allah, melainkan sebuah kata muncul tatkala memenangkan sebuah level game online. Hancur hati Fahrul, teringat akan sabda Rasulullah, bahwa amalan itu bergantung pada akhir nya.

Itulah titik balik Fahrul, sebuah moment yang mampu memberikan tamparan keras bagi jiwa Fahrul untuk terbangun dari mimpi buruk kelalaian, bertaubat menuju ampunan Allah dan kembali pada jalan yang diridhai. Fahrul tidak ingin akhir hidupnya mengenaskan seperti yang dialami Marlan, sahabat karibnya.

Kisah disarikan dari buku “Sepenggal Duka di Langit Cinta” karya Ustadz Abu Umar Basyir

Mutiara Hikmah

Sobat Fata,

Betapa banyak orang di sekeliling kita yang mulanya dilingkupi cahaya hidayah, kemudian berbalik menuju kelamnya maksiat akibat teman yang buruk. Menjadikan teman buruk sebagai sahabat dapat menggiring jiwa menuju jurang kemurkaan Allah. Perlahan tapi pasti, hati ini bergeser tanpa terasa menjauh dari kebaikan dan mulai mendekat pada hal yang sia-sia dan pada akhirnya masuk dalam jurang kemaksiatan. Maka tak heran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Perumpamaan teman duduk yang sholih dan jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahi minyak wangi olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, bisa jadi akan membakar badan atau pakaianmu, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari no. 2101, dari Abu Musa)

Betapa banyak orang yang hendak menggapai hidayah meninggalkan kemaksiatan, namun usahanya kandas akibat halangan dari teman yang buruk, hingga pada puncaknya penyesalan di penghujung hidup dan akhiratnya. Allah ta’ala berfirman,

Kecelakaan besarlah bagiku, kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab (ku)”. (Al-Furqaan: 28)

Sobat Fata, marilah mereguk nikmat hidayah dan menjaganya dengan memilih teman akrab yang shalih, karena dengannya biidznillah kita dapat mudah menggapai kebaikan dan istiqomah di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang itu sesuai kebiasaan teman karibnya. Maka hendaklah diantara kalian memperhatikan siapa yang menjadi teman karibnya”.(HR. Abu Daud no. 4833)

Keutamaan memiliki teman bergaul yang baik di dunia

  • Mendapatkan cinta Allah dan merasakan manisnya iman
  • Allah Ta’ala mencukupkan kehidupan dunianya dan membuatnya diterima di muka bumi
  • Perjalanan hidupnya beralih menuju ketaatan kepada Allah
  • Allah akan memuliakannya

Keutamaan memiliki teman bergaul yang baik di Akhirat

  • Allah menaunginya pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya (pada hari kiamat)
  • Pada hari kiamat dia berada di atas mimbar dari cahaya, dekat dengan Allah
  • Dia akan bersama orang-orang yang dicintainya walaupun dia tidak beramal seperti mereka
  • Dia akan mencapai tujuan utamanya yang tiada tujuan sesudahnya, yaitu meraih surga
  • Allah menempatkannya di tempat yang tinggi di surga

Semoga Allah selalu mendekatkan kita kepada teman-teman yang shalih dan memberikan keistiqomahan kita dalam kebaikan hingga bertemua dengaNya.

Naskah Untuk Majalah Elfata

(By: ArZa)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: